Langsung ke konten utama

BELAJAR DARI ALAM

:: Pohon ::
_________________________________________

Seorang ayah memiliki 4 orang anak, ayah tersebut meminta anak-anaknya untuk pergi ke hutan melihat sebuah pohon pear dalam kurun waktu yang berbeda. 

 Anak ke 1 pada bulan januari, 
 anak ke 2 pada bulan april, 
 anak ke 3 pada bulan juli, 
 Anak ke 4 pada bulan oktober.

 Setelah pulang dari hutan, masing-masing anaknya memberi laporan yang berbeda. 

 Anak pertama, “Pohon pear adalah pohon yang merangas, jelek dan batangnya bengkok. 

 Anak kedua,“Pohon pear adalah pohon yang dipenuhi kuncup-kuncup hijau yang menjanjikan’. 

 Anak ketiga, “Pohon pear adalah pohon yang dipenuhi dengan bunga-bunga yang menebarkan bau yang harum”. 

 Anak keempat “Pohon pear adalah pohon yang penuh dengan buah yang matang dan ranum”.

 Di akhir tahun, sang ayah berkata bahwa kepada keempatnya .

 "Semuanya benar, hanya saja kalian melihat di waktu yang berbeda”.

 Lalu sang ayah berpesan, “Mulai sekarang jangan pernah menilai kehidupan hanya berdasarkan satu masa saja.” 

 LIHATLAH PROSES HIDUP SEBAGAI KESATUAN UTUH, ADA SUKA, DUKA, TAWA, TANGIS, SEDIH DAN BAHAGIA

 Ketika kita sedang mengalami masa-masa sulit, segalanya terlihat tidak menjanjikan, banyak kegagalan dan kekecewaan, jangan cepat menyalahkan diri dan orang lain bahkan berkata bahwa kamu tidak mampu, bodoh dan bernasib sial atau apapun semacamnya.

 Ingatlah, kita berharga di mata TUHAN. 

 Tidak ada istilah “nasib sial” bagi orang beriman! 

 Kerjakan dengan ikhlas apa yang menjadi bagian kita.

 Jika kita tidak bersabar ketika berada di januari, maka kita akan kehilangan bulan april dan juli yang menjanjikan harapan, lalu secara otomatis pula kita tidak akan menuai hasil di bulan oktober. 

 Sahabat..
“Kegelapan malam tidak seterusnya bertahan, esok akan datang fajar yang mengusir kegelapan”. 

 Ya... Selalu ada harapan bagi orang yang mau bertahan.
Banda aceh,1 mei 2017

Elnim mirnudi habibi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Takaran masalah sesuai dengan wadahnya

KAKEK BIJAK DENGAN PEMUDA GALAU   Pada suatu hari, hiduplah seorang pemuda yang sedang dirundung banyak masalah. Langkahnya gontai dengan air muka yang ruwet. Pemuda itu, memang tampak seperti orang yang tak bahagia.  Kemudian, pergilah pemuda itu ke rumah seorang kakek tua yang terkenal bijaksana. Sesampainya di rumah kakek tua itu, seolah tak mau membuang waktu, pemuda itu menceritakan semua masalahnya. Dan Kakek Tua yang bijak itu hanya mendengarkannya dengan seksama.  Setelah pemuda itu selesai menceritakan segala masalahnya, Sang kakek kemudian mengambil segenggam garam dan meminta pemuda itu untuk mengambil segelas air. Ditaburkannya garam itu kedalam gelas, lalu diaduknya perlahan-lahan.  “Coba, minum ini, dan katakan bagaimana rasanya..”, ujar Kakek itu. “Pahit. Pahit sekali”, jawab pemuda itu sambil meludah kesamping. Kakek yang bijak itu, sedikit tersenyum. Ia, lalu mengajak tamunya ini, untuk berjalan ke tepi telaga di dalam hutan...