Langsung ke konten utama

KISAH UMAR BIN KHATTAB

 KISAH UMAR BIN KHATTAB 




      kali ini saya ingin memaparkan kisah seorang khulafaurrasyidin beliau dijuluki dengan Al-faruq yaitu pembeda antara yang hak dan yang bathil, beliau seorang pemimpin yang tegas dalam peraturan serta lembut terhadap masyarakat begitulah kehidupan beliau yang menjadi sebuah inspirasi terhadap saya untuk kehidupan kedepannya. (kunjungi juga kreativitas14.blogspot.com)

cerita bermula ketika saya mengaji di sebuah pesantren di kampung saya yaitu pesantren LIQAURRAHMAH yang dipimpin oleh TGK. SALIM AKBAR, beliau mulai mensurahkan sebuah kitab disitu terdapat kisah yang membuat saya lebih semangat dalam berjuang di "titi" kebenaran.

Pada suatu ada seorang yang bermimpi bertemu dengan khalifah umar bin khattab ketika itu beliau telah meninggal dunia, seseorang itu bermimpi bahwa khalifah umar berpakaian putih serta berbau sangat wangi dan terjadi percakapan antara yang bermimpi dengan khalifah umar.

pemimpi : wahai khalifah, apa balasan yang di berikan Allah kepadamu?, apakah karna zikirmu, atau kepemimpinan mu, derma mu, atau apakah itu??
khalifah umar: semua itu bukanlah yang membawaku kesisi Allah. tetapi dalam hidup aku pernah bertemu dengan seorang anak kecil  yang sedang bermain dengan seekor burung dengan mengikat kaki burung tersebut dan memaksa untuk terbang. aku kasihan terhadap burung tersebut dan membelinya kepada anak kecil itu kemudian melepaskan burung itu untuk terbang dan bebas ke angkasa.
karna itulah Allah mengampuniku dan menempatkanku disisiNya serta RasulNya.

Hikmah yang dapat di petik dalam cerita itu adalah : dalam hidup kita perlu mencintai dan menyayangi semua makhluk ciptaan Allah tak terkecuali hewan-hewan yang ada di bumi ini.
jika kita ingin mendapat ridhaAllah maka sayangilah semua makhluk Allah dengan ikhlas dan penuh rasa kasihan..

sekian dan terimakasih, semoga bermanfaat salam saya Enim Mirnudi Habibi

kunjungi juga : elnim channel



Komentar

Posting Komentar

terima kasih atas komentar serta sarannya

Postingan populer dari blog ini

Takaran masalah sesuai dengan wadahnya

KAKEK BIJAK DENGAN PEMUDA GALAU   Pada suatu hari, hiduplah seorang pemuda yang sedang dirundung banyak masalah. Langkahnya gontai dengan air muka yang ruwet. Pemuda itu, memang tampak seperti orang yang tak bahagia.  Kemudian, pergilah pemuda itu ke rumah seorang kakek tua yang terkenal bijaksana. Sesampainya di rumah kakek tua itu, seolah tak mau membuang waktu, pemuda itu menceritakan semua masalahnya. Dan Kakek Tua yang bijak itu hanya mendengarkannya dengan seksama.  Setelah pemuda itu selesai menceritakan segala masalahnya, Sang kakek kemudian mengambil segenggam garam dan meminta pemuda itu untuk mengambil segelas air. Ditaburkannya garam itu kedalam gelas, lalu diaduknya perlahan-lahan.  “Coba, minum ini, dan katakan bagaimana rasanya..”, ujar Kakek itu. “Pahit. Pahit sekali”, jawab pemuda itu sambil meludah kesamping. Kakek yang bijak itu, sedikit tersenyum. Ia, lalu mengajak tamunya ini, untuk berjalan ke tepi telaga di dalam hutan...